Pada Juli 2026, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) memaparkan temuan terbaru tentang cara jaringan judi online memindahkan uang. Angka utamanya memang turun: perputaran dana judi online turun dari Rp359,81 triliun pada 2024 menjadi Rp286,84 triliun pada 2025. Namun Kepala PPATK mengingatkan bahwa penurunan nilai tidak boleh membuat lengah: transaksinya justru makin sering, makin kecil, dan tersebar di kanal yang makin kompleks, tanda bahwa jaringan tersebut sedang beradaptasi.1

Dalam dunia keamanan, adaptasi seperti ini disebut kamuflase. Alih-alih menyembunyikan beberapa transaksi besar yang mencurigakan, jaringan tersebut menghasilkan ribuan transaksi kecil yang masing-masing terlihat seperti aktivitas biasa.

Seperti apa kamuflase itu

Temuan PPATK menggambarkan empat pola:12

  • Transaksi kecil, sering, dan tersebar. Uang berpindah dalam nominal yang menyerupai pembayaran sehari-hari, bukan dalam satu transfer besar.
  • Aliran banyak-ke-satu dan satu-ke-banyak. Dana melewati nominee dan rekening terafiliasi, sehingga siapa yang sebenarnya mengendalikan dan menikmati dana tersebut menjadi kabur.
  • Disamarkan sebagai perdagangan biasa. Perusahaan cangkang, UMKM fiktif, dan merchant digital, termasuk sub-merchant di bawah agregator, membuat setoran terlihat seperti hasil penjualan. QRIS mencakup 88,6% frekuensi transaksi deposit judi online pada kuartal pertama 2026. PPATK menegaskan bahwa masalahnya adalah penyalahgunaan, bukan QRIS itu sendiri.
  • Rekening dengan rekam jejak bersih. Rekening yang dibeli atau disewa dari orang lain, rekening dormant yang diambil alih, serta proses pembukaan rekening yang diloloskan dengan e-KTP palsu atau deepfake. PPATK menyebut lebih dari 28.000 rekening yang dipakai untuk deposit judi online pada 2024 berasal dari jual beli rekening.3

Mengapa ini penting di luar judi online

Temuan ini memang terkait dana judi online, tetapi infrastrukturnya dipakai bersama. Rekening yang dibeli, disewa, dan dipinjam untuk menampung deposit judi online juga dipakai untuk menampung uang hasil penipuan. Hingga 31 Mei 2026, Indonesia Anti-Scam Centre telah menerima laporan atas 998.558 rekening yang terkait penipuan, dan sekitar separuhnya sudah diblokir.4 Jaringan yang sudah pandai terlihat wajar untuk satu tujuan bisa terlihat wajar untuk tujuan lain.

Mengapa pemantauan yang hanya melihat transaksi kesulitan

Sebagian besar pemantauan fraud dan anti pencucian uang berangkat dari transaksi: nominal, frekuensi, penerima, dan waktu. Kamuflase justru dirancang untuk mengakali sudut pandang tersebut.

  • Setiap transaksi lolos jika dilihat sendiri-sendiri. Satu pembayaran QRIS kecil ke merchant terdaftar, jika berdiri sendiri, tidak ada yang aneh.
  • Riwayat rekeningnya terlihat bersih. Rekening yang dibuka bertahun-tahun lalu oleh orang sungguhan dan dipakai secara wajar tidak terlihat seperti rekening penampung, sampai tiba-tiba berperilaku seperti rekening penampung.
  • Polanya baru terlihat secara agregat, lintas banyak rekening dan merchant, dan sering baru tampak setelah uangnya berpindah lagi.
  • Volume menimbulkan masalah tersendiri. Memperketat aturan untuk menangkap transaksi kecil juga ikut menjaring ribuan nasabah yang sah, sementara waktu tim investigasi terbatas.

Ini tidak berarti pemantauan transaksi keliru. Artinya, pemantauan transaksi saja tidak cukup ketika pihak lawan sengaja menghasilkan transaksi yang tampak normal.

Apa yang lebih sulit disamarkan

Nominal bisa dibuat kecil. Merchant bisa dibuat tampak sah. Riwayat rekening bisa dibeli. Yang jauh lebih sulit diubah dalam skala besar adalah apa yang ada di balik transaksi tersebut:

  • Perangkatnya. Satu ponsel yang mengoperasikan banyak rekening yang tidak saling terkait, emulator alih-alih ponsel sungguhan, serta aplikasi kloning atau modifikasi, semuanya terlihat berbeda dari nasabah asli, berapa pun nominal transaksinya.
  • Aplikasi dan sesinya. Apakah permintaan berasal dari aplikasi asli yang tidak dimodifikasi, dan apakah sesinya menunjukkan tanda otomasi atau remote control.
  • Keterkaitannya. Perangkat, jaringan, atau lokasi yang sama muncul di balik banyak rekening atau merchant yang seharusnya tidak berhubungan satu sama lain.
  • Momen berpindah tangan. Rekening lama yang tiba-tiba muncul di perangkat baru, atau di perangkat yang sudah terhubung dengan rekening lain, sering menjadi momen ketika rekening bersih berubah menjadi rekening penampung.

Kamuflase menyasar lapisan transaksi. Bukti dari perangkat dan sesi adalah lapisan yang berbeda, dan jauh lebih sulit dipalsukan dalam volume besar.

Yang mungkin datang berikutnya: meracuni model

Ada langkah lanjutan yang sudah diteliti para akademisi, tetapi sejauh yang kami ketahui belum pernah dilaporkan secara publik di Indonesia: sengaja meracuni model deteksi fraud. Jika sebuah model belajar mengenali pola normal dari transaksi masa lalu, penyerang yang mampu menyuplai cukup banyak aktivitas yang dibentuk agar tampak normal berpotensi menggeser secara perlahan apa yang diterima model tersebut. Riset yang telah melalui peer review tentang deteksi fraud perbankan menunjukkan hal ini bisa dilakukan.5

Kami mengangkat hal ini bukan sebagai laporan ancaman yang sedang terjadi, melainkan sebagai prinsip desain: model tidak boleh menjadi satu-satunya lapisan pertahanan, dan tidak boleh hanya belajar dari hasil transaksi. Bukti independen yang tidak mudah dibentuk penyerang, yaitu dari perangkat, aplikasi, dan sesi, menjaga sistem tetap jujur meskipun satu lapisan sedang diakali.

Pertanyaan untuk tim Anda

  1. Apakah Anda bisa melihat ketika satu perangkat berada di balik banyak rekening, atau di balik rekening nasabah sekaligus rekening merchant?
  2. Ketika rekening yang lama dormant atau rekening lama aktif kembali di perangkat baru, apakah risikonya ikut berubah?
  3. Apakah aturan Anda untuk transaksi kecil dan sering menggabungkan data transaksi dengan bukti perangkat dan sesi, atau hanya mengandalkan nominal dan jumlah transaksi?
  4. Jika model fraud Anda dilatih ulang dengan aktivitas terbaru, apa yang mencegah rangkaian fraud yang tampak normal menjadi normal yang baru?
  5. Seberapa cepat temuan investigasi, seperti perangkat dan rekening penampung yang sudah terkonfirmasi, masuk kembali ke keputusan real-time?

Posisi MoNetra. MoNetra menambahkan lapisan yang tidak terjangkau kamuflase. Saat login, device binding, dan transfer, MoNetra memeriksa apakah aplikasinya asli, apakah perangkat dan sesinya dapat dipercaya, serta bagaimana perangkat tersebut terkait dengan perangkat lain, termasuk satu perangkat yang dipakai untuk banyak rekening. Hasilnya berupa verdict ALLOW, STEP-UP, atau BLOCK beserta reason code yang bisa dijelaskan tim Anda. MoNetra tidak menggantikan pemantauan transaksi atau screening APU-PPT; MoNetra memberi keduanya bukti yang tidak bisa diberikan oleh data transaksi saja.

Sumber

  1. Bisnis.com, 23 Jul 2026: PPATK ungkap modus baru cuci uang judol, kini banyak manfaatkan QRIS
  2. JawaPos, 25 Jul 2026: Kian kompleks, PPATK ungkap modus pencucian uang judol pakai deepfake dan e-KTP aspal
  3. Infobanknews, 28 Jul 2025: Bank pasang kuda-kuda hadapi fraud rekening dormant
  4. Kontan, 30 Jun 2026: IASC terima 579.459 laporan kasus penipuan per Mei 2026, terbanyak di Pulau Jawa
  5. Paladini dkk., ACM Transactions on Privacy and Security, 2023: Fraud Detection Under Siege: Practical Poisoning Attacks and Defense Strategies (bahasa Inggris)

Angka sesuai laporan sumber di atas pada saat tulisan ini dibuat. Menemukan kesalahan? Kirim email ke contact@mosecure.id dan kami akan memperbaikinya.